Parenting dan Anak
Ketahui Lebih Jauh tentang Perkembangan Otak Anak Di Usia 2 Tahun Lebih

Ketahui Lebih Jauh tentang Perkembangan Otak Anak  Di Usia 2 Tahun Lebih
Anak di usia balita adalah para pembelajar yang tak hentinya ‘mencari ilmu’. Terutama ketika usianya mencapai 2 tahun. Kemampuan yang harus dimiliki anak di tahun pertama mereka adalah kemampuan fisik. Namun, ketika memasuki tahun kedua dibutuhkan perpaduan antara kemampuan fisik dan kognitifnya. Orang tua perlu tahu juga perkembangan otak anak pada usia 2 tahun lebih, lo.

Anak usia 2 tahun cenderung penasaran dengan apa saja yang dilihat olehnya. Mereka akan sering melontarkan pertanyaan berkali-kali. Hal ini menandakan kemampuan kognitif berkembang dengan baik, karena mencari sebab dan akibat dari apa yang ada disekelilingnya itu.
Anak memiiki lebih dari 100 triliun koneksi sel (sinapsis) pada usia 2 tahun. Jumlah terbanyak yang pernah mereka miliki dalam hidup. Pada usia 2 tahun, struktur otak sudah mirip dengan otak orang dewasa. Kalsium dan vitamin yang mendorong penyerapan kalsium membantu menguatkan tulang dan gigi.
Anak usia 2 tahun memiliki kemampuan berbicara sekitar 300 kata. Mereka dapat menggunakan kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata. Anak meniru perilaku orang lain, terutama orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua.
Kemampuan kognitif anak umur 2 tahun lainnya adalah dia mampu menunjuk benda yang disebutkan namanya. Anak pun mulai terlibat dalam permainan, menemukan benda-benda yang disembunyikan di bawah meja atau kain, dan mulai mengurutkan bentuk dan warna.
Anak berusia 2 tahun baru mulai mengembangkan kemampuan bersosialisasinya. Mereka sangat tertarik dengan apa yang dilakukan anak-anak lain dan sangat senang berada disekitarnya. Tapi belum tentu bisa bermain bersama, karena mereka masih ingin melakukan sesuatu atas keinginannya sendiri saja.
Nah, alangkah baiknya jika Anda sebagai orang tua sering mengajaknya ke tempat yang banyak kerabat atau saudara. Ajarkan si kecil mengenalkan diri dengan baik. Hal ini agar anak tidak terlalu takut berada di lingkungan sosial yang lebih besar. Di luar lingkup keluarga intinya.
Namun, berbagai pencapaian tersebut hanya terjadi jika anak mendapatkan pengasuhan yang baik dari kedua orang tua. Ancaman-ancaman dari lingkungan sekitar pun mungkin menjadikan perkembangan anak tidak optimal.
Maka sebagai orang tua Anda perlu menyediakan media atau sarana bagi anak di usia ini untuk selalu berkembang dan tumbuh sesuai usia dan kemampuan otaknya. Selain nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya, pastikan anak memperoleh stimuli atau rangsangan yang diperlukan sel-sel otaknya.
Caranya bisa dengan menyediakan buku bacaan dengan karakter tertentu yang dibutuhkan anak seusianya. Contohnya buku bergeser, buku berlipat, buku berbayang dan berjendela, atau beragam buku jenis lainnya yang mendukung kognitif dan motoriknya. Menarik, bukan? Semoga anak Indonesia mampu menjadi generasi yang cerdas akal dan mulia akhlaknya, aamiin.








Parenting dan Anak Lainnya
Muhammad Teladanku
Muhammad Teladanku
Selasa, 10 September 2013 01:53 WIB
Muhammad Teladanku, buku best seller dari Sygma Daya Insani Ayah Bunda, pasti mau kan putra-putrinya berakhlak mulia? Pastinya. Setiap orang tua pasti akan bangga ketika anaknya berperilaku baik Ayah Bunda juga pasti tahu, siapa sosok dalam Islam yang memiliki akhlak paling mulia? Ya, beliau ada
Cara-Cara Islami Membesarkan Anak-Anak
Cara-Cara Islami Membesarkan Anak-Anak
Rabu, 18 Juni 2014 03:51 WIB
sygmadayainsani.co.id - Cara-Cara Islami Membesarkan Anak-Anak - Allah SWT telah memberikan kepercayaan kepada para orang tua dengan anak-anak mereka. Orang tua mengemban tanggung jawab untuk membesarkan anak-anak mereka dengan cara yang Islami. Jika para orangtua berhasil melakukannya, para orangtu
8 Cara Mengatur Keuangan Keluarga yang Dicontohkan Rasulullah (3)
8 Cara Mengatur Keuangan Keluarga yang Dicontohkan Rasulullah (3)
Selasa, 09 Agustus 2016 02:44 WIB
Islam mengajarkan agar pengeluaran rumah tangga muslim lebih mengutamakan pembelian kebutuhan-kebutuhan pokok sehingga sesuai dengan tujuan syariat. Ada tiga jenis kebutuhan rumah tangga, yaitu:
Mengenal Ancaman Kekerasan pada Anak: Kasus Kekerasan Seksual di Indonesia
Mengenal Ancaman Kekerasan pada Anak: Kasus Kekerasan Seksual di Indonesia
Senin, 11 Maret 2019 11:28 WIB
Kekerasan seksual, termasuk juga kekerasan emosional, verbal, dan fisik dapat berasal dari luar rumah. Perkembangan teknologi informasi memudahkan kekerasan masuk ke dalam rumah Anda. Apalagi jika anak Anda merupakan Generasi Alfa atau generasi yang disebut sebagai ‘Digital Native’ yang terbiasa memakai gawai sejak usia dini. Ingin tahu ancaman kekerasan lainnya pada anak selain kekerasan seksual? Simak artikel selanjutnya, ya.

Perlu Bantuan?

Hai, Saya Yuni Wahyuningsih Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? Asisten belanja Anda siap membantu Anda, atau Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya.

Hubungi Saya Tentang Saya